Amartya Sen, Hidup dan Karya
-Ekonomi Kesejahteraan
Mungkin terkesan membesar-besarkan untuk menyatakan bahwa ‘welfare economics’ sinonim dengan Amartya Sen, tetapi kenyataannya sedikit saja ahli ekonomi yang sejauh ini terlibat dalam bidang ini, lebih-lebih yang bisa menandingi apa yang telah dilakukan oleh Sen. Sen sering disebut sebagai peraih nobel abadi, karena telah masuk dalam daftar favorit untuk dipilih sebagai peraih nobel sebanyak 7 kali, dan akhirnya dianugerahi nobel pada tahun 1998. Sen adalah sedikit dari akademikus modern yang dihormati dan diakui oleh sederet ilmuwan lain dari berbagai disiplin ilmu.
Sen Adalah murid dari Joan Robinson di Cambridge. Sen merubah akar ilmunya menuju teori Social Choice dan Economic Development –meruntuhkan tembok pemisah antara ‘teori murni’ yang matematis dengan ekonomi ‘dunia nyata’. Usaha Sen dapat dipahami: ekonomi petani dan kerumahtanggaan yang ia pelajari seringkali kontradiktif dengan apa yang diandaikan dalam ‘hedonis rasional’ yang seringkali dipakai sebagai dasar pijak dalam teori ekonomi. Secara khusus, usaha ekonomi kolektif tertentu (misalnya dalam masa panen) seringkali kontradiktif dengan rasionalitas individu. Dalam pola ini, Sen sering memakai ‘game theory’ (note: misalnya yang dipaparkan oleh John Nash) yang mampu menerangkan tata-tindak kolektif.
Problem yang berusaha ia pecahkan dalam risetnya, bagaimanapun, asumsi umum dalam ‘ekonomi kesejahteraan yaitu mengenai pelayanan sosial yang tidak berimbang dalam pola antar-personal. Deskripsinya yang terkenal di tahun 1970, Collective Choice and Social Welfare, adalah titik pijak penting dalam memunculkan “Arrow Impossibility Theorem”. Tanpa hal tersebut, Sen berargumen, theorem itu akan runtuh; tapi dengan hal tersebut, theorem itu menjadi omong kosong.
Dalam karya lain yang terkenal (1970), Sen merubah pola pandang metodologinya mengenai Pareto-optimality criteria- berargumen bahwa asumsi Pareto-optimality dalam teori kesejahteraan tidaklah bebas nilai, tetapi lebih menjadi kontradiksi dengan apa yang dikemukakan oleh J.S. Mill sebagai ‘liberalisme’, karena Pareto tidak memberikan jaminan terhadap ‘ruang pribadi’.
Sen bukanlah pemikir yang berjarak. Di tahun 1972, ia bersama dengan ilmuwan lain menyusun suatu panduan PBB mengenai evaluasi proyek pembangunan yang terbukti amat penting bagi banyak organisasi. Karyanya mengenai kemiskinan, termasuk pandangan teoritis yang tidak terhitung, terbukti amat penting dalam banyak aplikasi.
Dalam karyanya, Development as Freedom, Sen seolah membuat manifesto, dengan paduan ekonomi dan filsafat, yang hendak merumuskan freedom (kebebasan): kebebasan adalah agen pembangunan universal sekaligus juga adalah tujuan dari pembangunan. Sen menunjuk bahwa, diantara sekian banyak hal, tidak pernah ada kelaparan di negara dengan demokrasi yang berfungsi, dengan membuat perrbandingan negara, antara lain India modern, Botswana, dan Zimbabwe (pemerintah yang berjalan secara demokratis akan terdesak untuk menjawab tuntutan masyarakat, tidak seperti penguasa kolonial atau tiran). Pendapatan per kapita yang tinggi tidak secara otomatis membuat kehidupan manusia semakin baik (seperti pada penduduk miskin di Kerala, India, mempunyai angka harapan hidup (umur) yang lebih tinggi daripada penduduk Afro-Amerika di Amerika Serikat). Di banyak bagian di dunia, ketaksetaraan gender menyebabkan rasio pria-perempuan menjadi terdistorsi (sehingga ada “wanita yang hilang”). Sen melakukan analisis serangkaian pertimbangan dan menawarkan sintesis yang layak untuk dipikirkan secara sungguh-sungguh mengenai ekonomi kesejahteraan (welfare economics), prinsip-prinsip politik, dan etika. Ia melontarkan pertanyaan mendasar, menantang asumsi umum, dan menghantam banyak hal yang dipandang justru merintangi kebebasan. Pernyataan seperti “pendapatan yang rendah jelas merupakan penyebab kemiskinan” dianggap terlalu menyederhanakan masalah. Bagi Sen, ada penyebab yang lebih mendasar mengapa terjadi keterbelakangan. “Pembangunan Manusia (Human Development) adalah sekutu bagi masyarakat miskin”, Sen menyatakan. Ini adalah indikasi kuat bahwa dalam dunia yang kita huni ini guru sekolah dan perawat merasa terancam oleh konservatisme-finansial, lebih daripada jenderal militer. Sen mengangkat gagasan banyak tokoh, dari Aristoteles sampai Rabindranath Tagore, dari Confucius sampai Bentham. Deskripsinya juga merupakan tinjauan atas pemikiran sejawatnya pada jaman ini, dan juga penilaian kembali atas Adam Smith, namun yang lebih penting, deskripsinya menyerang banyak praktisi kebijakan. Sen meyakinkan bahwa nilai dan guna Kebebasan sangatlah penting dalam pembangunan ekonomi.
_______________________
Amartya Sen adalah seorang filosof dan ekonom terkenal dari Harvard. Pada tahun 1998, dia dianugeraghi Penghargaan Nobel untuk Ekonomi untuk kontribusinya dalam ‘Welfare Economics’ (Ekonomi Kesejahteraan). Royal Swedish Academy of Sciences (Akademi Ilmu Kerajaan Swedia) menyatakan dalam pernyataannya bahwa karya Sen memberikan kontribusi yang besar dalam teori ‘social choice’ (pilihan sosial), definis mengenai ‘welfare’ (kesejahteraan) dan kemiskinan, dan studi mengenai bencana kelaparan. Sen juga dianugerahi “Bharat Ratna”, sebuah penghargaan tertinggi India yang diberikan kepada warga negara India, atau yang berasal dari India.
Sen, lahir di Calcutta (atau Kolkatta), diberi nama oleh Gurudev Rabindranath Tagore. Ia menjalani pendidikan di Calcutta dan Cambridge, dan mengajar di lembaga prestisius seperti Delhi School of Economics, Oxford University, Cambridge University, The London School of Economics dan Harvard University.
Melambungnya nama Sen dalam dunia ekonomi dimulai tahun 1981 dengan karya pentingnya yaitu “Poverty and Famine: An Essay on Entitlement and Deprivation” (Kemiskinan dan Bencana Kelaparan: sebuah Esai mengenai Hak Layak dan Pencampakkan” yang menunjukkan bahwa kemiskinan tidak hanya diakibatkan oleh bencana alam, melainkan juga sesuatu yang bersifat bencana ekonomi dan politik yang sebenarnya dapat dicegah. Karya ini juga menyumbangkan sebagian provokasi pemerintah negara-negara di dunia untuk mengubah fokus mereka menjadi fokus pada upaya pencegahan dan penanganan bencana kelaparan.
Karya Profesor Sen dalam hal ketidaksetaraan dalam distribusi kesejahteraan juga menyumbang terbentuknya Program Pembangunan PBB, dan memunculkan Human Development Index yang juga disebut Sen Index.
Filosof ini juga menulis banyak buku dan artikel penting lain yang mengajukan argumentasi bahwa hak individu patut mendapatkan prioritas yang lebih besar daripada keberadaan material. Disebut “Economist’s Humanist” (seorang humanis dari para ekonom) dan “Conscience of our profession” (Simbol Kesadaran profesi ekonom), Amartya Sen telah menjadi ekonom bagi yang termiskin diantara yang miskin. Menurut dia, globalisasi tanpa memecahkan masalah dasar seperti tidak adanya kesempatan sosial, buta aksara, tidak adanya layanan kesehatan dan tidak adanya land-reform akan terus membuat ketaksetaraan ekonomi terus menjadi besar.
Sen adalah penerima dari 28 gelar doktor kehormatan dari seluruh dunia. Perhatiannya tidak pernah jauh dari keprihatinannya terhadap negerinya tercinta, India. Apakah itu politik, ekonomi, atau seni, ia terus melakukan usaha teratur untuk terus mempertajam fokus dari isu-isu yang terkait denagn negerinya. Ia adalah seorang yang amat percaya pada pluralisme, toleransi, dan tradisi sekular India, dan dengan ini dia amat sering menulis tema-tema ini secara elegan di media.
India kemudian menjadi amat percaya pada teori yang diperjuangkan dengan penuh semangat oleh Sen, dan kemudian karenanya India mendirikan India Development Service, yang telah berjalan selaam 25 tahun terakhir ini, dan telah memberikan dukungan pada lebih dari 100 ekonomi skala kecil, proyek pembangunan partisipatif, dan dengan ini Empowering the disenfranchised to become self-reliant (Memberdayakan mereka yang tercampak menjadi berdikari dan tahan jaman.) ■
Karya Utama:
- "On Optimizing the Rate of Saving", 1961, EJ
- "Distribution, Transitivity and LIttle's Welfare Criterion", 1963, EJ.
- "Preferences, Votes and the Transitivity of Majority Decisions", 1964, RES
- "A Possibility Theorem on Majority Decisions", 1966, Econometrica.
- "Labour Allocation in a Cooperative Enterprise", 1966, RES
- "Peasants and Dualism with or without Surplus Labor", 1966, JPE.
- "Hume's Law and Hare's rule", Philosophy
- "Isolation, Assurance and the Social Rate of Discount", 1967, QJE.
- "Quasi-Transitivity, Rational Choice and Collective Decision", 1969, RES
- "Necessary and Sufficient Condition for Rational Choice Under Majority Decision", with P.K. Pattanaik, 1969, JET
- Collective Choice and Social Welfare, 1970.
- "The Impossibility of a Paretian Liberal", 1970, JPE
- "Interpersonal Aggregation and Partial Comparability", 1970, Econometrica.
- Guidelines for Project Evaluation with P.Dasgupta and S. Marglin, 1972.
- "Behavior and the Concept of Preference", 1973, Economica.
- On Economic Inequality, 1973.
- "Informational Bases of Alternative Welfare Approaches", 1974, JPubE
- "Liberty, Unanimity and Rights", 1976, Economica.
- "Welfare Inequalities and Rawlsian Axiomatics", 1976, Theory and Decision.
- "Poverty: An ordinal approach to measurement", 1976, Econometrica,
- "Social Choice Theory: A re-examination", 1976, Econometrica
- "Real National income", 1976, RES
- "On Weights and Measures: Informational constraints in social welfare analysis", 1977, Econometrica.
- "Rational Fools: A critique of the behavioral foundations of economic theory", 1977, Philosophy and Public Affairs.
- "Interpersonal Comparisons of Utility", 1979, in Boskin, editor, Economics and Human Welfare.
- "Personal Utilities and Public Judgments: Or what's wrong with welfare economics", 1979, EJ
- "Utilitarianism and Welfare", 1979, J of Philosophy
- "The Welfare Basis of Real Income Comparisons", 1979, JEL.
- "The Sexual Division of Labor and the Working Class Family", 1980, RRPE.
- Poverty and Famines: An essay on entitlement and depression, 1981.
- Choice, Welfare and Measurement, 1982.
- Editor, Utilitarianism and Beyond, with B. Williams, 1982.
- "Review of Bauer's Equality"
- "Liberty and Social Choice", 1983, Journal of Philosophy.
- Resources, Values and Development, 1984.
- "The Moral Standing of the Market", 1985, in Paul, Paul and Miller, editors, Ethics and Economics
- Commodities and Capabilities, 1985.
- "Social Choice Theory", 1986, in Arrow and Intiligator, editors, Handbook of Mathematical Economics, Vol. III.
- The Standard of Living, 1987.
- On Ethics and Economics, 1987.
- "Justice: Means versus Resources", 1990, Philos and Public Affairs
- "Markets and Freedom", 1993, Oxford EP
- Inequality Re-examined, 1995.
- "East and West: The Reach of Reason", 2000, New York Review of Books
Minggu, 11 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar