Selasa, 23 Desember 2008

survei 1

Survei Analisis atas Pranata Ekonomi Indonesia: 5 tahun terakhir
Kertas Kerja Desember 2008
Pesantren Ilmu Kemanusiaan dan Kenegaraan (Pekik-Indonesia)


statement of activity
Pengerjaan survei ini adalah proses membuat deskripsi sederhana mengenai posisi berbagai pranata publik dan kemasyarakatan (institutions and organism) dalam ekonomi Indonesia, dampaknya terhadap kehidupan kemasyarakatan termasuk dalam soal pengentasan kemiskinan, dan legitimasinya dalam perkembangan pranata demokrasi Indonesia.


Kerangka Analisis: kebijakan publik dan pranata
Dalam praktek kebijakan publik, negara dan demokrasi (dengan lembaga perwakilannya) selalu mencari cara untuk mengembangkan potensi ekonomi suatu negara menjadi upaya penciptaan kemakmuran (well-being). Kebijakan publik menjadi suatu kunci dari negara untuk menjembatani berbagai potensi dan aspirasi dalam sosial-ekonomi menjadi suatu kenyataan.
Kebijakan publik ini kemudian dirumuskan dan dikelola dalam lembaga dan organisme. Inilah yang menjadi konsep kunci pranata. Dalam hal pranata, ada yang tetap seperti regulasi, kewenangan eksekutif, bank sentral, dan sebagainya. Namun, ada yang bersifat dinamis seperti situasi desentralisasi, daya beli masyarakat, kerja (employment) dan sebagainya.
Dalam 5 tahun terakhir, telah diupayakan pengembangan pranata untuk pengembangan ekonomi. Pada masa kepresidenan Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono, ada banyak yang berkembang. Perkembangan ini seringkali kontradiktif. Misalnya, jumlah orang miskin mengalami fluktuasi, dan pada saat yang sama layanan publik (public service) di beberapa kabupaten/kota mengalami perbaikan, dan sebagainya. Kertas kerja ini hendak mengupayakan penjelasan minimal mengenai hal tersebut.


Kerangka Pengerjaaan
[-] Survei sederhana dimaksudkan untuk membandingkan berbagai ‘temuan’ yang berkaitan dengan penjelasan soal siklus ekonomi dan ekonomi nasional dalam konteks globalisasi. ‘Temuan’ ini berhubungan dengan penjelasan [1] dari penghargaan nobel (nobel ekonomi dan nobel perdamaian), dari sintesa sejarahwan ekonomi dari Perancis, Inggris, AS, dan dari negara berkembang; [2] dengan penjelasan atas ekonomi Indonesia; dan [3] dengan model analisis atas kemiskinan. Berbagai ‘temuan’ itu menjabarkan ringkasan yang menarik mengenai pranata ekonomi.

[-] Survei ini hendak bertitiktolak berbagai penjelasan yang tampaknya saling bertentangan atas jalannya ekonomi Indonesia sejak Indonesia merdeka. Di pihak lain, penjelasan ini berhubungan dengan realitas ekonomi dan realita ekonomi yang melingkupi perjalanan sejarah itu. Survei ini kemudian hendak menelisik berbagai penjelasan itu.

[-] Survei ini secara terus-menerus akan menuliskan berbagai hal mengenai konteks makro-ekonomi, studi kasus ekonomi, dan pencermatan terhadap pranata ekonomi. Kertas konsultasi dimulai pada bulan Desember 2008, dengan dua kertas konsultasi utama, [1] review literatur mengenai pranata ekonomi, dan [2] koperasi sebagai suatu kasus dan praktek terbaik (best practice).


Rujukan studi (umum)
[-] Gunnar Myrdal, “American Dilemma: The Negro Problem and Modern Democracy” (1944), “Asian Drama: An Inquiry into Poverty of Nations and The Challenge of World Poverty” (1957).

[-] Studi Peraih Nobel: [1] Nobel 2008, Paul Krugman: Trade and Geography –Economies of Scale, Differentiated Products, and Transport Costs, [2] Nobel 2007, Leonid Hurwiczs, Eric Maskin, Rogery Myerson: Asymmetric information and economic institutions, [3] Nobel 2006, Edmund Phelps: Inflation and Unemployment, [4] Nobel 2004, Finn Kydland, Edward Prescott: Contribution to Dynamic of Macroeconomics: the time consistency of Economic Policy and the Driving Forces behind Business Cycles, [5] Nobel 2001, George Akerlof, Michael Spence, Joseph Stiglitz: Market with Asymmetric Information, [6] Nobel 1998, Amartya Sen: Welfare Economics, [7] Nobel 1994, John F. Nash, John Harsanyi, and Reinhart Selton, [8] Nobel 1977, Bertil Ohlin, James Meade: Theory of International Trade and International Capital Movements.

[-] Laporan “UN Reform”: {1] Report of Millenium Project to UN Secretary General, Investing in Development, A Practical Plan to Achieve the Millenium Development Goals (2005), [2] Report of UN High-Level Panel on Threats, Challenges, and Change to UN Secretary-General, a More Secure World: Our Shared Responsibility (2004), [3] UN Secretary-General Respond to Report of UN High-Level Panel on Threats, Challenges, and Change: In Larger Freedom: Towards Development, Security, and Human Rights for All (2005)

[-] Rujukan pada Regulation Economics Perancis, dan model ekonomi Skandinavia

[-] Buku “End of Poverty: Economic Possibilities for Our Time” (2005), dan karya lain Jeffrey D. Sachs.

[-] Riset tim terdahulu, terutama “Negara Kesejahteraan dan Globalisasi” (2007)


Kerangka waktu: Kertas kerja ini mengandaikan kerangka waktu yang terbuka (open-ended). Kertas kerja ini juga bersifat prospektif, yaitu tidak sekali jadi, dan akan terus diperbaharui.

Tampilan: Kertas kerja kemungkinan akan ditampilkan dalam blogspot secara tersendiri

Kepesertaan: Kertas kerja dibuka untuk dilibati, terutama oleh partisipan kursus putaran pertama.